Pagi ini jadwal tetap saya adalah mengajar, dan hari ini saya memberikan materi tentang power point pada siswa SMK Perguruan Cikini. Setelah saya jelaskan tentang power point beserta teknik – tekniknya , saya lanjutkan dengan memberikan tugas membuat presentasi tentang profil mereka masing – masing.
Setelah mereka membuat presentasi , selanjutnya saya melihat dan menilai presentasi mereka, dan ternyata isinya sangat mengejutkan saya. Kebanyak dari Isi presenentasi dan slide mereka adalah memprotes kebijakan pemerintah terhadap rencana kenaikan BBM, diantaranya adalah curhat mereka tentang ongkos yang naik jika BBM jadi di naikan oleh pemerintah sementara uang jajan yang di berikan orang tua mereka terbatas. Selain itu banyak juga yang menuliskan dan memotret kemiskinan dan penderitaan rakyat kecil jika harga BBM naik.
Bagi saya ini adalah merupakan potret pendapat sebagian besar rakyat Indonesia tentang kenaikan BBM, yaitu menolak kenaikan BBM dengan alasan apapun. Apalagi dengan tipu muslihatnya saat ini pemerintah “menyogok” rakyat dengan BLT. Padahal BLT itu bukan solusi bagi penderitaan rakyat kecil, bisa kita hitung sendiri, mungkn hitungan kasarnya seperti ini
Dari BLT sebulan rakyat miskin hanya mendapat 100 ribu, kalau kita bagi menjadi 30 hari, maka per hari hanya mendapatkan kurang lebih 3300 rupiah/ hari
sementara kalau kebutuhan pokok rakyat kasarnya naik 1500 rupiah saja per item, maka kita bisa hitung
- minyak tanah naik 1500 rupiah
- minyak goreng naik 1500 rupiah
- gula naik 1500 rupiah
- beras naik 1500 rupiah
- lauk pauk naik 1500 rupiah
- sayuran naik 1500 rupiah
- ongkos naik 500 rupiah
sebagian kenaikan kebutuhan ini kalau kita hitung total adalah Rp. 9500, ini belum bahan pokok dan kebutuhan lainnya
sementara pemerintah hanya memberikan Rp.3300 kepada rakyat miskin yang terpilih saja, dan ini pun mungkin hanya beberapa bulan saja…
maka rakyat nombok sekitar 6000 rupiah / hari
kalau dikali sebulan maka 6000 x 30 = 180.000
lebih besar nomboknya dari pda BLT nya ( blt = 100 rb < nombok =180.000 )
jadi pemerintah harus lebih kreatif dan solutif untuk menyelesaikan masalah ini, jangan hanya memikirkan menyelamatkan APBN tapi mengorbankan sebagian besar rakyat.Padahal dulu SBY merupakan mantan mentamben (menteri pertambangan minyak dan energi) harusnya punya visi dan bisa lebih jeli lagi melihat masalah ini .
maka kesimpulannya adalah tetap konsisten tolak kenaikan BBM !!










